Bacaan Doa Bercermin

doa bercermin kafemuslim

Kafemuslim.com – Kita semua tentu sangat sering bercermin saat ingin bepergian keluar rumah, karena memang bercermin merupakan hal yang lumrah dilakukan setiap orang baik itu laki-laki maupun wanita.

Dalam ajaran islam sendiri ternyata kita juga dianjurkan berdoa saat sedang bercermin seperti yang diperintahkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Lalu, kenapa sih kita diperintahkan membaca doa sebelum bercermin?

Jika, kita pikirkan lebih mendalam bercermin ini bisa memunculkan sifat sombong akan penampilan dan juga fisik yang kita miliki.

Nah, jika ini dibiarkan terus-menerus maka akan menjadi habbit bagi kita semua. Karena itulah nabi menganjurkan kita untuk berdoa sebelum bercermin.

Bacaan Doa Bercermin

bacaan doa bercermin

Pada gambar diatas merupakan salah satu doa bercermin dimana menurut riwayat yang diberitakan oleh Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Berikut ini bacaan doa bercermin dalam bahasa arab, latin dan juga latinnya:

اَللّٰهُمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ

Allahumma kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii

“Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah rupaku maka perindahlah pula akhlakku.” (HR. Ahmad IV/68, 155 dengan isnad shahih)

اَلْحَمْدُ لِلهِ كَمَا حَشَّنْتَ خَلْقِيْ فَحَسِّنْ خُلُقِىْ

Alhamdulillahi kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii

“Segala puji bagi Allah, baguskanlah budi pekertiku sebagaimana Engkau telah membaguskan rupa wajahku.” (Ibnu Sunni, “Amal al-Yaum Wa Al-Lailah no. 160).

Keterangan Hadist Doa Bercermin

Pada doa bercermin yang sudah disebutkan tadi ada ulama, yakni Syaikh Bakr Abu Zaid mengatakan,

قد صحّ عنه أنه صلى الله عليه وسلم كان يدعو بهذا الدعاء ولكن لم يثبت عنه تقييده بالنظر في المرآة . وسُئل عنه ابن رشد فأنكر على من استنكر الدعاء به لعموم أحاديث طلب الدعاء .

“Terdapat riwayat yang shahih bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca doa ini. Hanya saja tidak dijumpai keterangan bahwa beliau membaca doa itu ketika melihat cermin. Ibnu Rusyd ditanya tentang doa ini, kemudian beliau mengingkari orang yang melarang doa ini, mengingat keumuman hadis yang memerintahkan untuk berdoa.”
Fawaid fi Al-Alfadz, Syaikh Bakr Abu Zaid, Hal. 13

Adab Dalam Bercermin

Tatkala kita melakukan sesuatu seperti bercermin, tentu semua itu ada adab-adab yang harus kita perhatikan agar tidak terjerumus dalam kesombongan akan fisik dan penampilan yang kita miliki.

Berikut ini beberapa adab dalam bercermin:

  1. Berdoa ketika sedang bercermin ataupun sebelum bercermin.
  2. Bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita, mulai dari fisik, penampilan, kecantikan, dan ketampanan wajah.
  3. Tidak membanggakan diri atas kelebihan yang kita miliki.
  4. Jangan berlama-lama dalam bercermin, ditakutkan menimbulkan sifat-sifat seperti kesombongan.

Adab Berhias Bagi Wanita Muslimah

adab dalam bercermin

Selain adab bercermin ternyata, ada juga lho adab dalam berhias khusus untuk para wanita muslimah. Sebab dalam ajaran islam sendiri mengajarkan cara berhias yang baik. Seperti firman Allah ta’ala yang berbunyi,

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-A‘raaf, 7: 31).

Larangan Tabarruj

Tabarruj merupakan perbuatan yang berlebihan dalam menampakkan perhiasan dan juga kecantikan, mulai dari kepala, wajah, leher, dada, lengan, betis, dan anggota tubuh lainnya.

Imam asy-Syaukani berkata, “At-Tabarruj adalah perbuatan seorang wanita dengan menampakkan sebagian dari perhiasan dan kecantikannya yang (seharusnya) wajib untuk ditutupinya, yang mana dapat memancing syahwat (hasrat) laki-laki” (Fathul Qadiir karya asy- Syaukani).

 

Selain itu juga Allah Ta’ala berfirman,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu …” (QS. Al-Ahzaab, 33: 33).

Seorang ulama ahli tafsir Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di berkata,

“Arti ayat ini adalah janganlah kalian (wahai para wanita) sering keluar rumah dengan berhias atau memakai wewangian, sebagaimana kebiasaan wanita-wanita jahiliyah yang dahulu, mereka tidak memiliki pengetahuan (agama) dan iman. Semua ini dalam rangka mencegah keburukan (bagi kaum wanita) dan sebab-sebabnya” (Taisiirul Kariimir Rahmaan karya Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa‘di).

Baca Juga: Doa Memakai dan Melepas Pakaian

Memperhatikan Cara Berhias Yang Dilarang

Selain menutup aurat, kita para muslimah juga harus memperhatikan beberapa hal yang dilarang dalam berhias seperti:

  • Menyambung Rambut atau al-washl, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Allah melaknat penyambung rambut dan orang yang minta disambung rambutnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
  • Memanjangkan Kuku, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Yang termasuk fitrah manusia itu ada lima (yaitu): khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
  • Menato Tubuh, Mencukur Alis, dan Mengikir Gigi.Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Allah melaknat orang yang menato dan wanita yang minta ditato, wanita yang menyambung rambutnya (dengan rambut palsu), yang mencukur alis dan yang minta dicukur, serta wanita yang meregangkan (mengikir) giginya untuk kecantikan, yang merubah ciptaan Allah.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
  • Memakai Wewangian ketika keluar rumah dan bukan untuk suaminya,
    Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Setiap wanita yang menggunakan wewangian, kemudian ia keluar dan melewati sekelompok manusia agar mereka dapat mencium bau harumnya, maka ia adalah seorang pezina, dan setiap mata itu adalah pezina.” (Riwayat Ahmad, an-Nasa’i, dan al-Hakim dari jalan Abu Musa al-Asy‘ari radhiyallahu ‘anhu)
  • Berhias Menyerupai Laki-laki, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melaknat laki-laki yang menyerupakan diri seperti wanita dan melaknat wanita yang menyerupakan diri seperti laki-laki.” (Riwayat Bukhari).

Demikianlah pembahasan tentang doa bercermin hingga adab-adab dalam berhias, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a’lam.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
doa ketika mimpi buruk
Read More

Doa Ketika Mimpi Buruk

Kafemuslim.com – Kita semua pasti pernah mengalami yang namanya mimpi buruk maupun baik, akan tetapi terkadang kita lupa…
doa takziah Kafemuslim
Read More

Bacaan Doa Takziah

Kafemuslim.com – Pernahkah kalian bingung hal apa yang harus kalian ucapkan ketika sedang bertakziah atau melayat? Nah, pada…