Doa Ketika Mimpi Buruk

doa ketika mimpi buruk

Kafemuslim.com – Kita semua pasti pernah mengalami yang namanya mimpi buruk maupun baik, akan tetapi terkadang kita lupa apa yang harus kita lakukan ketika mendapatkan mimpi buruk, padahal dalam ajaran islam kita dianjurkan untuk ber-doa ketika mimpi buruk.

Nah, pada pembahasan kali ini kita akan membahas sedikit seputar mimpi, mulai dari doa, kemudian hal apa saja yang harus kita lakukan, dan juga sedikit penjelasan mengenai macam-macam mimpi.

Yuk simak ulasan berikut ini.

Doa Ketika Mimpi Buruk

doa mimpi buruk

Berikut ini dua doa ketika mimpi buruk yang bisa kalian baca, beserta arab, latin, dan artinya:

هُوَ اللهُ ، اَللهُ رَبِّيْ لَا شَرِيْكَ لَهُ. أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَمِنْ شَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ

Huwallahu, allahu rabbi, la syarika lahu. A‘udzu bikalimatillahit tammati min ghadhabihi wa min syarri ibadihi wamin hamazatis syayatini wa an yahdhuruni

“Dialah Allah, Allah Tuhanku. Tiada sekutu bagi-Nya. Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, kejahatan para hamba-Nya, dan godaan setan. Aku pun berlindung kepada-Nya dari kepungan setan itu.”

أَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَان وَسَيِّئاَتِ اْلأَحْلاَمِ

Allohumma inni a’zubika min ‘amalis syaithoni wa sayyi-atil ahlam.

“Ya Alloh aku berlindung kepadaMu dari perbuatan setan dan buruknya mimpi.”

Yang Harus Dilakukan Ketika Bermimpi Buruk

Ada beberapa hal yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika seseorang mendapatkan mimpi yang buruk, yakni:

  1. Meludah kekiri sebanyak 3 kali.
  2. Memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dengan membaca ta’awudz sebanyak 3 kali.
  3. Memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan mimpi tersebut dengan membaca doa ketika mimpi buruk.
  4. Mengubah posisi tidur dari posisi semula, jika ingin melanjutkan tidurnya.
  5. Tidak boleh menceritakan ataupun menafsirkan mimpi tersebut baik itu sendiri atau meminta bantuan orang lain untuk menafsirkan mimpi tersebut.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

الرؤيا الصالحة من الله، والحلم من الشيطان، فإذا رأى أحدكم ما يكره فلينفث عن يساره ثلاثا، وليتعوذ بالله من الشيطان ومن شر ما رأى ثلاثاً، ثم ينقلب على جنبه الآخر، فإنها لا تضره ولا يخبر بها أحداً

“Mimpi yang baik itu dari Allah. Sedangkan mimpi yang buruk itu dari setan. Jika salah seorang dari kalian bermimpi yang tidak ia sukai, maka hendaknya ia meniup ke sebelah kirinya tiga kali dan membaca ta’awwudz sebanyak tiga kali. Kemudian setelah itu hendaknya ia membalik tubuhnya ke sisi yang lain, dengan demikian tidak ada lagi yang membahayakan dan jangan ceritakan kepada seorang pun mimpi tersebut” (HR. Bukhari no. 6995, Muslim no. 2261).

Definisi Mimpi Menurut Islam

Mimpi adalah sebuah alam bawah sadar yang biasa dialami oleh setiap manusia, akan tetapi terkadang kita lupa bagaimana cara menyikapi sebuah mimpi yang baru saja terjadi.

Dalam islam Nabi tidak pernah mengajarkan ummatnya untuk mentakwil atau menafsirkan mimpi, akan tetapi Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memberikan beberapa isyarat atau rambu-rambu dalam menyikapi sebuah mimpi, Seperti dalam sabdanya:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرُّؤْيَا ثَلَاثٌ، فَرُؤْيَا حَقٌّ، وَرُؤْيَا يُحَدِّثُ بِهَا الرَّجُلُ نَفْسَهُ، وَرُؤْيَا تَحْزِينٌ مِنَ الشَّيْطَانِ فَمَنْ رَأَى مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ

“Mimpi itu ada tiga: mimpi yang benar, mimpi bisikan perasaan, dan mimpi ditakut-takuti setan. Barangsiapa bermimpi yang tidak disukainya (mimpi buruk), hendaklah dia melaksanakan shalat.” (HR. at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)

Pada hadist diatas bisa disimpulkan bahwa ada 3 jenis mimpi yakni:

  1. Mimpi yang benar dan baik dari Allah.
  2. Mimpi dari bisikan perasaan atau diri sendiri.
  3. Mimpi yang buruk atau batil yang berasal dari setan.

Mimpi yang baik dari Allah Ta’ala

Mimpi yang baik atau ru’ya shalihah hasanah merupakan sebuah kabar gembira dari Allah Ta’ala, tatkala seseorang bermimpi akan hal-hal yang ia sukai, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Apabila salah seorang dari kalian melihat mimpi yang ia sukai, maka sesungguhnya ia datangnya dari Allah Swt, maka bertahmidlah (ucapkan Alhamdulillah) dan kabarkanlah mimpi baik tersebut (kepada orang lain).” (HR.  Bukhari dan Muslim).

Mimpi yang berasal dari diri sendiri

Mimpi yang berasal dari sendiri merupakan mimpi biasa yang tidak memiliki suatu maksud ataupun makna dalam kejadian mimpi tersebut. Biasanya mimpi ini hanyalah sebuah bisikan perasaan (jiwa) ataupun sebuah fikiran yang akhirnya terbawa dalam mimpi.

Mimpi yang buruk atau batil dari setan

Mimpi yang buruk atau ru’ya makruhah merupakan mimpi yang datangnya dari setan. Mimpi ini biasanya menampakkan hal-hal yang jelek sehingga membawa sebuah kesan gelisah yang bisa membuat seseorang menjadi sedih, takut, terkejut, bahkan bisa menyebabkan sakit. Seperti sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Jabir radhiallahu ‘anhu,

عَنْ جَابِرٍ قَالَ جَاءَ أَعْرَابِىٌّ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْتُ فِى الْمَنَامِ كَأَنَّ رَأْسِى ضُرِبَ فَتَدَحْرَجَ فَاشْتَدَدْتُ عَلَى أَثَرِهِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لِلأَعْرَابِىِّ « لاَ تُحَدِّثِ النَّاسَ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِكَ فِى مَنَامِكَ ». وَقَالَ سَمِعْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- بَعْدُ يَخْطُبُ فَقَالَ « لاَ يُحَدِّثَنَّ أَحَدُكُمْ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِهِ فِى مَنَامِهِ .

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, ada seorang Arab badui datang menemui Nabi kemudian bertanya, “Ya rasulullah, aku bermimpi kepalaku dipenggal lalu menggelinding kemudian aku berlari kencang mengejarnya”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang tersebut, “Jangan kau ceritakan kepada orang lain ulah setan yang mempermainkan dirimu di alam mimpi”. Setelah kejadian itu, aku mendengar Nabi menyampaikan dalam salah satu khutbahnya, “Janganlah kalian menceritakan ulah setan yang mempermainkan dirinya dalam alam mimpi” (HR Muslim)

Demikian itu tadi sedikit ulasan mengenai mimpi buruk dan bagai mana cara kita menyikapinya seperti yang diajarkan dalam ajaran islam. Wallahu a’lam.

37 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
doa takziah Kafemuslim
Read More

Bacaan Doa Takziah

Kafemuslim.com – Pernahkah kalian bingung hal apa yang harus kalian ucapkan ketika sedang bertakziah atau melayat? Nah, pada…