Bacaan Doa Takziah

doa takziah Kafemuslim

Kafemuslim.com – Pernahkah kalian bingung hal apa yang harus kalian ucapkan ketika sedang bertakziah atau melayat? Nah, pada kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas tentang doa takziah.

Sebelum itu mari kita tela’ah baik-baik Al – Qur’an pada surah Ali Imran ayat 185 yang berbunyi,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“setiap yang bernyawa akan merasakan mati” (Q.S. Ali Imran 185).

Didalam kita suci Al-Qur’an telah di jelaskan bahwa setiap apapun yang bernyawa pasti akan merasakan kematian, dan kematian akan menimbulkan luka terdalam bagi orang–orang yang ditinggal pergi, terutama jika yang pergi adalah orang tersayang seperti orang tua, kerabat, sahabat dan sebagainya.

Karena bagaimanapun manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup seorang diri, ada masanya seseorang memerlukan bantuan seperti dorongan untuk memotivasi, saling menasehati, dan mendukung antara satu dengan yang lainya.

Terutama ketika merasakan ditimpa sebuah musibah berupa kehilangan, pastinya sangatlah sedih.

Oleh karena itu “Takziyah” atau biasa disebut dengan istilah melayat sangatlah dianjurkan guna untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan agar tidak terlalu ketika merasakan kesedihan.

Pengertian Takziah

Kata “Takziah” berasal dari bahasa arab yang merupakan masdar dari kata ”Azza” yang memiliki arti “sabar menghadapi ujian”

Adapun pengertian Takdziah menurut imam Nawawi adalah “memotivasi orang yang tertimpa musibah agar bisa lebih bersabar, dan menghiburnya supaya bisa melupakannya, meringankan tekanan kesedihan, dan himpitan musibah yang menimpanya”

Dan adapun seorang laki-laki yang bertakziah disebut dengan “Muazziyin” dan seorang perempuan yang bertakziyah di sebut “Muazziyat”.

Doa Takziah

bacaan doa takziyah

Perlu anda ketahui didalam kitab Al-Minhaj, Imam Nawawi disebutkan bahwa ada beberapa macam doa takziah:

Pertama, jikalau kita bertakziyah kepada orang muslim atas kematian keluarganya yang muslim, maka dianjurkan membaca:

أَعْظَمَ اللَّهُ أَجْرَكَ وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لِمَيِّتِكَ

“Semoga Allah membesarkan pahala mu dan menjadikan baik musibahmu serta mengampuni mayitmu (orang yang meninggal).”

Kedua, jikalau kita bertakziyah kepada orang muslim atas kematian keluarganya yang non-muslim, maka membaca:

أَعْظَمَ اللَّهُ أَجْرَكَ وَصَبَّرَكَ

“Semoga Allah memperbesar pahalamu dan memberikan kesabaran kepadamu.”

Ketiga, jikalau kita bertakziyah kepada non-muslim atas kematian keluarganya yang muslim, dianjurkan membaca:

غَفَرَ اللَّهُ لِمَيِّتِكَ وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ

“Semoga Allah mengampuni mayitmu (orang yang meninggal) dan menjadikan baik musibahmu.”

Keempat, saat kita bertakziyah kepada non-muslim atau kematian keluarganya yang non-muslim, dianjurkan membaca:

أَخْلَفَ اللَّهُ عَلَيْكَ وَلَا نَقَصَ عَدَدَكَ

“Semoga Allah SWT mengganti atas kamu dan tidak mengurangi hitunganmu.”

Hukum melaksanakan Takziah

Para Alim Ulama bersepakat bahwasannya hukum melaksanakan Takziyah adalah Sunnah sebagaimana telah disebutkan oleh Ibnu Qaddamah.

Rasullulah Saw bersabda

مَنْ عَزَّى مُصَابًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ

“Barangsiapa yang berta’ziyah kepada orang yang tertimpa musibah, maka baginya pahala seperti pahala yang didapat orang tersebut.” (HR Tirmidzi)

Dan di pertegas lagi dengan sebuah riwayat dari Abdullah bin Amr bin Al Ash beliau menceritakan Bahwa ketika Rasullah Saw bertanya kepada Fatimah Ra : “Wahai Fatimah apa yang membuat mu keluar rumah?” Fatimah menjawab, “Aku bertakziyah kepada keluarga yang ditinggal mati ini.” (H.R. Abu Daud)

Adab bertakziah

Imam Al Ghazali dalam risalahnya yang berjudul Al-Adab fiddin dalam Majmu’ah Rasail Al Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa ada empat adab ketika seseorang bertakziyah.

آداب المعزّي: خفض الجناح، وإظهار الحزن، وقلة الحديث، وترك التبسم فإنه يورث الحقد

“Adab orang yang bertakziah yaitu menjauhi sebanyak mungkin hal-hal yang tidak pantas atau tabu, menunjukkan rasa duka, tidaklah banyak berbicara, tidak mengumbar senyum karena bisa menimbulkan kebencian”

Dari kutipan diatas ada empat adab yang harus dilakukkan Muazziyin ataupun Muazziyah ketika melakukkan Takziyah

Menjauhi Hal yang Tidak Pantas atau Tabu

Kita pasti sudah memahami bertakziah bukanlah seperti menghadiri sebuah pesta, tentu kita akan menyesuaikan pakaian yang dipakai.

Contohnya tidak menggunakan pakaian yang terlalu mencolok agar tidak menimbukan prasangka yang tidak diinginkan.

Menunjukkan Rasa Duka

ketika kita bertakziah kita pasti melihat bagaiamana sedihnya keluarga yang ditinggalkan bahkan sampai kita pun merasa sedih.

Dengan menunjukkan rasa duka juga bisa membuat keluarga yang ditinggalkan merasakan banyak dukungan dan akan membuat keluarga yang ditinggalkan merasa sedikit tenang, karena merasa banyak orang–orang yang simpati.

Menjaga Lisan

Alangkah baiknya jika kita bertakziah menjaga ucapan jangan sampai ucapan yang kita keluarkan malah membuat keluarga yang ditinggalkan sakit hati.

Jadi alangkah baiknya jika kita mendoakan orang yang meninggal dan berkata sesuatu yang baik saja.

Tidak Mengumbar Senyum

Walaupun senyum merupakan ibadah dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi lebih baik jika sedang bertakziah tidaklah mengumbar senyuman, karena ini bisa menimbulkan prasangka buruk terhadap orang lain kepada diri kita.

Demikian itu tadi sedikit pembahasan tentang doa takziah, semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Baca Juga: Doa Ketika Mimpi Buruk

Referensi

Al Adzkar an Nawawiyah, hlm.126.

Al majmu’ 5/304

Al Mughni 3/480 – Al Ifshah 1/193

Kairo Al – Maktabah At – taufiqiyah, hlm 437

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
doa ketika mimpi buruk
Read More

Doa Ketika Mimpi Buruk

Kafemuslim.com – Kita semua pasti pernah mengalami yang namanya mimpi buruk maupun baik, akan tetapi terkadang kita lupa…