Tata Cara Mandi Junub

tata cara mandi junub

Mandi junub atau yang sering di sebut dengan mandi besar adalah mandi untuk menghilangkan hadas besar yang ada di dalam tubuh kita mandi besar bertujuan untuk mensucikan tubuh kita dari hadast besar di antanya Haid, nifas, wiladah, Junub, dan mimpi basah.

Dalam ajaran islam mandi besar atau junub ini dilakukan untuk menghilangkan najis agar diperbolehkan melakukan ibadah-ibadah seperti halnya sholat, puasa, thawaf, dll.

Hal-hal yang mengharuskan mandi junub

Sebelum kita masuk kedalam pembahasan tentang tata caa mandi junub, ada baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu beberapa hal yang mewajibkan kita untuk mandi junub.

Keluarnya mani

Mani adalah air kental yang keluar memuncrat ketika syahwat menegang. Adapun mani wanita bentuknya cair dan berwarna kekuningan. Perlu anda ketahui keluar nya air madzi atau air wadi tidak menyebabkan wajib mandi.

Air madzi ialah air yang putih dan agak jernih dan keluar ketika seorang itu bermesra dengan istrinya. Sementara air wadi ialah air kencing yang kental yang keluar pada permulaan kencing.

Dalil yang menunjukkan bahwa keluar mani itu menyebabkan wajib mandi adalah
berdasarkan hadits Dari Ali bin Abi Talib beliau berkata,

“Aku adalah seorang yang sering mengeluarkan Madzi. Maka aku minta seseorang untuk bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Aku segan bertanya sendiri karena putri beliau menjadi istriku. Maka orang itu bertanya, lalu Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.: “berwudhulah  dan cucilah kemaluanmu”.  (Shahih, riwayat Bukhari (no. 269), dalam Fat-hul Baari (I/230 no. 132) dan Muslim (no. 303)).

Selain itu juga disebutkan dalam Al Quran,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, dan (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi”. (QS : An-Nisa : 43)

Berhubungan suami istri (bersetubuh)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda,

”Apabila seseorang duduk diantara anggota tubuh perempuan yang empat, maksudnya; diantara dua tangan dan dua kakinya kemudian menyetubuhinya maka wajib baginya mandi, baik mani itu keluar atau tidak.” (HR. Muslim dan Diriwayatkan dari Aisyah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Apabila dua kemaluan telah bertemu maka wajib baginya mandi. Aku dan Rasulullah saw pernah melakukannya maka kami pun mandi.” (HR. Ibnu Majah)

Haid dan Nifas

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka telah suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” (QS : Al-Baqarah : 222)

Meninggal dunia yang bukan mati syahid atau mati dalam perjalanan

“Dari Ibnu Abbas RA, bahwasanya Rasulullah saw bersabda dalam keadaan berihram terhadap seorang yang meninggal terpelanting oleh ontanya,”Mandikan dia dengan air dan daun bidara.” (HR.Bukhori Muslim)

Rukun dan tata cara pelaksanaan mandi junub

Berikut ini beberapa rukun dan tata cara pelaksanaan mandi junub mulai dari doa mandi junub ataupun niat hingga pelaksanaan mandi junub.

Niat untuk mengangkat hadas besar

Niat secara umum

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى‎

”Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardu kerena Allah ta’ala.”

Niat setelah haid

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

”Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta’ala.”

Niat setelah nifas

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى

“Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta’ala.”

Membasuh seluruh anggota badan yang zahir.

“Ummu Salama RA, aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang cara-cara mandi, beliau bersabda, “Memadailah engkau jiruskan tiga raup air ke kepala. Kemudiian ratakannya ke seluruh badan. Dengan cara itu, sucilah engkau” (HR Muslim)

Membasuh seluruh anggota tubuh, bahkan dianjurkan untuk menyela – menyela bagian yang sulit terkena air agar semua anggota tubuh terbasuh dengan baik, dan sempurna membasuh dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Menurut imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul hidayah menjelaskan tata cara mandi junub adalah sebagai berikut

  1. Membasuh tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali
  2. Membersihkan kotoran dan najis yang masih menempel di tubuh terlebih dahulu
  3. Berwudhu terlebih dahulu
  4. Memulai mandi dengan mengguyur bagian kepala sebanyak tiga kali sambil membaca niat mandi junub
  5. Menyiram tubuh di mulai dari bagian sebelah kanan sebanyak tiga kali kemudian di lanjut dengan menyiram tubuh bagian kiri sebanyak tiga kali
  6. Kemudian menyela2 seluruh bagian tubuh hingga tersiram oleh air secara keseluruhan

Rambut dalam kondisi terurai/tidak terikat

Ketika melaksanakan mandi junub, maka rambut harus dalam kondisi terurai atau tidak terikat. Hal ini dilakukkan untuk memastikan bahwa air telah meresap ke seluruh tubuh termasuk mengenai kulit kepala, sedangkan apabila rambut dalam keadaan terikat maka tidak sempurna mandinya.

Karena dikhawtirkan tidak semua bagian dibasuh atau terkenai air. Selain itu, bisa juga selepas dalam kondisi junub atau haidh bagi wanita mencukur bulu kemaluan.

Mencukur bulu kemaluan atau Istihdad dalam ajaran islam merupakan sunnah fitrah manusia baik itu pria maupun wanita. Sebab dengan adanya sunnah fitrah ini bisa menambah kebersihan, dan tidak ada kotoran yang tersisa ataupun yang masih melekat pada bulu di sekitar kemaluan.

Akan tetapi, walaupun mencukup bulu-bulu atau rambut dianjurkan dalam islam, namun tidak dengan mencukur alis. Karena, ada hukum mencukur alis dalam islam yang perlu anda diperhatikan, terutama bagi kaum wanita.

Memakai wangi–wangian bagi wanita setelah haid

Sebetulnya hal ini bukanlah suatu kewajiban, melainkan suatu hal yang sunnah. Untuk wanita, maka bisa memberikan semacam wewangian ataupun sari-sari bunga yang bisa membersihkan dan membuat wangi kemaluannya, yang telah terkena darah haid ketika ia mengalami haid.

Untuk itu pada zaman Rasulullah diberikan bunga kasturi, sedangkan di zaman sekarang ada banyak sari-sari bunga atau hal lainnya yang bisa lebih membersihkan, mensucikan, dan membuat wangi.

Hal yang makruh saat melaksanakan mandi wajib

Berikut ini beberapa hal yang makruh dilakukan pada saat melaksanakan mandi wajib atau junub.

Menggunakan air secara berlebihan

“Nabi SAW mandi dengan segayung hingga lima gayung air dan berwudhu dengan secupak air” (HR Bukhari dan Muslim)

“Cukuplah engkau mandi dengan segantang air. Lalu seorang lelalki berkata, ini tidak mencukupi bagiku. Jabir menjawab, Ia telah pun mencukupi bagi orang yang lebih baik dan rambutnya lebih lebat daripada engkau (yakni Rasulullah SAW)”  (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam hadist di atas dijelaskan oleh Rasulullah bahwa untuk melaksanakan mandi, maka tidak perlu berlebihan menggunakan air. Air yang digunakan adalah secukupnya dan tidak menghambur-hamburkannya. Hal ini mengingat bahwa dalam ajaran islam tidak mengajarkan sikap berlebih-lebihan termasuk dalam menggunakan sesuatu.

Mandi dari air yang tenang

“Janganlah seseorang daripada kamu yang junub mandi di dalam air yang tenang. Orang ramai bertanya. Wahai abu hurairah bagaimanakah sepatutnya dia lakukan? Abu hurairah menjawab, ambil air. (Dengan tangan atau bekas kecil beserta niat mencedok sekiranya air itu sedikit, supaya tidak menjadi musta’mal disebabkan bersentuh dengan tangan, atau ambil sedikit air dari bekas sebelum berniat mengangkat janabah. Kemudia berniat, memasuh tangan, dan ambilah air seterusnya dengan tangannya itu”

Dalam hadist di atas dijelaskan bahwa hendaknya muslim yang akan melaksanakan mandi wajib, menggunakan air yang mengalir.

Begitulah tata cara pelaksanaan mandi wajib, semoga kita senantiasa menjadi muslim yang selalu membersihkan diri. Karena, mensucikan diri lahir dan batin, adalah salah satu fungsi agama yang harus dijalankan setiap muslim.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *